Makanan Yang Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh, Hindari!

Makanan Yang Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh, Hindari! – Kondisi Indonesia saat sekarang ini sedang dilanda pandemi Covid-19 yang kasusnya terus meningkat. Apalagi dengan adanya varian baru yaitu “delta” atau varian B.1.617.2 yang pertama sekali terindentifikasi di India. Varian delta ini lebih memiliki resiko karena virus ini dapat dengan cepat bertransmisi.

Baca juga : Dampak Kolesterol Dalam Darah Untuk Kesehatan Jantung

Dengan situasi pandemi ini, kita harus lebih serius menjaga kesehatan dengan melakukan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Selain protokol kesehatan yang terus menerus digalakkan, juga harus mengikuti program vaksinasi Covid-19 untuk memutus rantai penularannya.

Untuk menghadapi varian virus yang mematikan ini, kita harus juga menghindar beberapa makanan yang malah bisa lemahkan mekanisme ketahanan tubuh.

"<yoastmark
Makanan Yang Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh, Hindari! – cnnindonesia.com

Dikutip dari laman kompas.com Senin (21/06/2021), minimal ada 5 (lima) jenis makanan yang harus dijauhi/dihindari untuk menjaga system kekebalan tubuh, yakni :

Tambahan gula

Makanan yang mengandung tambahan gula tinggi, bisa mempertingkat produksi protein inflamasi negatif yang dapat mempengaruhi kondisi ketahanan tubuh. Khusus yang berkaitan pada pasien diabetes, karena bisa mengalami kenaikan gula darah dalam waktu  lama dibanding orang dengan kandungan gula darah yang ditata secara baik.

Ditambah lagi, kondisi kadar gula darah tinggi bisa menghalangi respon neutrofil dan fagosit, yang  merupakan dua tipe sel kebal yang memberi  perlindungan pada infeksi atau virus.

Baca juga : Menu Sarapan Sehat Agar Tetap Semangat Setiap Hari

Disamping itu, kandungan gula darah yang tinggi bisa menghancurkan peranan penghambat usus dan menggerakkan kesetidakimbangan bakteri usus. Keadaan itu bisa mempengaruhi kondisi respon kekebalan dan membuat badan jadi lebih rawan pada infeksi.

Pada sebuah study yang dilakukan tahun 2012 pada 562 orang dewasa tua didapati, bahwa  kandungan gula darah tinggi,  memberikan respon imun yang lebih rendah dan tingkat  inflamasi CRP yang semakin tinggi.

Karena itu, sangat penting untuk membatasi konsumsi minuman dan makanan tinggi gula tambahan seperti es cream, kue, permen, dan minuman manis untuk jaga peranan ketahanan tubuh.

Makanan yang asin

Mengkonsumsi makanan yang mengandung garam yang tinggi seperti misalnya makanan cepat saji dapat memberikan respon yang rendah terhadap kekebalan tubuh. Karena, makanan yang mengandung garam yang tinggi bisa memacu infeksi jaringan dan mempertingkat resiko penyakit autoimun.

Baca juga : SPIRULINA, Spirit Untuk Kecerdasan Anak

Kenyataannya beberapa periset yakin, mengkonsumsi garam yang terlalu berlebih bisa dihubungkan dengan kenaikan penyakit autoimun. Mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak garam, memberikan efek sangat buruk terhadap penyakit autoimun seperti kolitis ulserativa, penyakit crohn, rheumatoid arthritis, dan lupus.

Oleh karenanya, sebaiknya mengurangi konsumsi garam dan makanan tinggi garam yang lainnya, sehingga memberikan manfaat yang positif terhadap ketahanan tubuh.

Makanan yang dimasak

Makanan yang dimasak terhitung dalam barisan molekul yang dikatakan sebagai produk akhir glikasi kelanjutan (AGEs). AGEs tercipta saat gula bereaksi dengan protein atau lemak sepanjang mengolahnya dengan temperatur tinggi seperti saat menggoreng.

Bila kandungannya menjadi terlampau tinggi di badan kita, AGEs bisa berperan pada infeksi dan kerusakan sel. Dalam beberapa cara AGEs dipandang melemahkan mekanisme kekebalan, meningkatkan infeksi, melakukan proses anti-oksidan badan, menginduksi disfungsi mobile, dan mempengaruhi bakteri usus secara negatif.

Baca juga : 10 Manfaat Klorofil Yang Sangat Luar Biasa

Dengan begitu, beberapa periset yakin, makanan tinggi AGEs bisa mempertingkat liabilitas pada penyakit akut serta terinfeksi virus. Maka untuk menjaga menurunnya  mekanisme imun badan yang turun, kita harus mulai kurangi makanan yang dimasak seperti kentang goreng, keripik kentang, ayam goreng, dan yang lain.

Daging olahan

Seperti makanan yang dimasak, daging olahan memiliki kandungan AGEs dan lemak jenuh yang tinggi. Beberapa riset memperlihatkan, makanan tinggi lemak jenuh dan rendah lemak tidak jenuh bisa mengakibatkan disfungsi mekanisme ketahanan tubuh.

Baca juga : Kolesterol Tinggi Karena Keturunan? Mitos Atau Fakta

Ditambahkan lagi, menkonsumsi tinggi lemak jenuh bisa mengakibatkan infeksi secara sistemik dan merusak kondisi ketahanan tubuh. Disamping itu, konsumsi tinggi daging olahan juga  dihubungkan dengan beragam penyakit kronis.

Karbohidrat olahan

Mengkonsumsi karbohidrat olahan seperti roti putih dan makanan manis yang dipanggang dapat merusak mekanisme ketahanan tubuh. Karena, karbohidrat olahan ialah tipe makanan glikemik tinggi yang mengakibatkan kenaikan kandungan gula darah dan insulin.

Hingga, mempunyai potensi mengakibatkan kenaikan produksi radikal bebas dan protein inflamasi seperti CRP. Selain itu, karbohidrat olahan bisa mengganti bakteri usus yang berpengaruh negatif pada mekanisme ketahanan tubuh.

Baca juga : Seputar Diet Sehat, Mitos Yang Perlu Diketahui

Karena itu, pilih sumber karbohidrat memiliki serat tinggi yang bergizi seperti sayur, gandum, buah-buahan, dan kacang-kacangan buat memberikan dukungan peranan ketahanan tubuh yang sehat.

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *