Kegemukan Selama Periode Karantina? Cara Mengatasinya

Kehidupan pada saat periode karantina (lockdown) tentu saja mempunyai banyak persoalan atau rintangan dan tentunya benar-benar mengusik kegiatan rutin harian juta-an orang di penjuru dunia. Kondisi ini tentu benar-benar mempengaruhi kesehatan psikis dan fisik banyak orang dan bisa saja menjadi pemicu kegemukan atau obesitas.

Bila Anda cemas atau tidak ingin menjadi gemuk selama masa karantina ini, tentunya Anda tidak sendirian. Selama kondisi di karantina, bisa diambil langkah-langkah untuk menjaga agar tubuh tidak kegemukan atau tetap ideal. Artikel ini menerangkan beberapa pemicu yang menyebabkan orang menjadi lebih gemuk selama periode di karantina, dan artikel ini juga menawarkan beberapa metode yang sederhana untuk menghindarinya.

Baca juga : Meningkatkan Daya Tahan Tubuh ? Coba Konsumsi Buah Ini

Pemicu orang menjadi gemuk  di periode karantina

Adapun faktor-faktor yang mempunyai kontributor yang membuat orang menjadi gemuk di masa periode karantina, antara lain :

1. Karena factor depresi

Dengan diawali persoalan kesehatan, keuangan dan ketidakjelasan yang dipacu karena wabah, menjadi alas an yang menyebabkan kenaikan tingkat depresi seseorang. Pada gilirannya, depresi bisa mengakibatkan seseorang menjadi lebih gemuk.

Kenyataannya, satu riset mengkaitkan depresi akut dan kandungan hormon depresi kortisol yang tinggi dengan kenaikan selera makan yang akhir menambah berat.

2. Karena factor kesehatan psikis

Disamping itu, karantina dapat menghalangi kesehatan psikis seorang, dengan diperkokoh oleh permasalahan tertentu seperti stres, kekhawatiran, dan kesepian. Berkaitan dengan stres dan kekhawatiran menurut riset memberikan kontributor pada peningkatan berat  badan pada periode panjang.

Baca juga : Tips Aman Pesan Makanan Online Selama PPKM Darurat

Ditambah lagi, riset pada manusia dan hewan memperlihatkan jika isolasi sosial dan kesepian kemungkinan berkaitan dengan resiko alami kegemukan yang semakin tinggi.

3. Karena factor pola hidup

Kebiasaan rutin harian seorang yang mengalami perubahan oleh karena karantina, berperan kepada bertambahnya  berat badan seseorang. Pada masa karantina orang bukan hanya berusaha untuk mempersiapkan makanan dan cemilan sehat sendiri, tapi juga bekerja di rumah. Kondisi work from home (bekerja di rumah) yang terlalu lama membuat bosan atau depresi, sehingga dapat meningkatkan resiko makan terlalu berlebih.

Disamping itu, banyak gym, taman, dan sarana olahraga sudah ditutup karena pandemi COVID-19, hingga lebih susah untuk menjaga kegiatan rutinitas olahraga dengan teratur. Karenanya untuk menyesuaikan kegiatan fisik harian seorang menjadi lebih susah. Dan kemungkinan besar akan gampang untuk terpeleset ke pola hidup yang sedikit bergerak (pasif).

Panduan menghindari kegemukan selama masa karantina

Berikut ini beberapa sistem atau cara gampang untuk selalu ada dalam range berat badang ideal sepanjang dalam periode karantina. Sebagian dari sistem atau cara ini bahkan juga bisa menjadi cara untuk pengurangan berat badan selama saat karantina, diantaranya :

1. Menjaga supaya tubuh tetap terhidrasi

Saat bicara mengenai obesitas, apa yang diminum sering kali sama dengan apa yang dikonsumsi. Soda, teh manis, dan minuman softdrink umumnya penuh dengan tambahan gula dan kekurangan gizi penting seperti mineral dan vitamin. Minuman ini bukan hanya meningkatkan konsumsi kalori, tapi juga resiko obesitas atau kegemukan.

Kebalikannya, minum banyak air mineral yang bisa menolong berasa lebih kenyang, sehingga dapat kurangi konsumsi kalori harian.

Dalam sebuah riset, pada 24 orang dewasa yang lebih tua dengan berat badan yang berlebih dan kegemukan memperlihatkan, jika minum sekitar 500 mL air saat sebelum makan pagi dapat kurangi jumlah kalori yang dikonsumsi di saat makan yaitu sejumlah 13%.

2. Melakukan beberapa kegiatan fisik

Walau ke gym kemungkinan belum jadi opsi, ada beberapa langkah lain untuk menambah kegiatan fisik rutin. Cobalah jalan-jalan disekitaran lingkungan rumah, kerjakan beberapa latihan berat tubuh seperti push-up, atau kegiatan rutin lainnya yang dilakukan di dalam rumah contahnya lewat cara online.

Baca juga : Makanan Untuk Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

Training interval intensif tinggi (HIIT), yoga, aerobik, dan Pilates ialah beberapa latihan yang bisa dilaksanakan nyaris dimanapun dengan perlengkapan minimum atau tanpa perlengkapan sama sekali.

3. Selalu konsumsi makanan sehat

Jika mempunyai almari es tentu saja semakin lebih gampang mengkonsumsi makanan sehat. Kenapa? Karena almari es bisa simpan produk makanan bergizi seperti buah-buahan dan sayur fresh. Kebalikannya, simpan makanan cepat sajian seperti keripik, kue, dan kue pada tangan bisa tingkatkan resiko makan terlalu berlebih.

Seharusnya dalam belanja bahan makanan, isilah keranjang dengan makanan yang bergizi, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, beberapa biji-bijian, dan kacang-kacangan. Bila Anda ada di supermarket, coba belanja di sekitar toko, yang umumnya ada sebagai tempat mayoritas makanan fresh dan sehat.

4. Usahakan selalu masak di dalam rumah

Memasak ialah langkah yang baik untuk meningkatkan kualitas diet,  sekalian dapat melakukan eksperimen dengan makanan dan rasa yang baru.  Dengan memasak, tentunya seseorang mempersiapkan makanan sehat di dalam rumahnya.

Mereka yang makan lebih dari 5 jenis makanan rumahan /minggu, adalah 28% lebih kecil peluangnya untuk mengalami obesitas atau kegemukan dan 24% lebih kecil peluangnya untuk mempunyai kelebihan lemak di tubuh. Terkadang perlu juga memesan makanan dari restaurant favorite, tetapi usahakanlah mencoba beberapa resep baru untuk dipersiapkan di dalam rumah tiap minggunya.

5. Tetap pada kegiatan rutin

Ketika jarang keluar dari rumah, biasa akan secara mudah tidak memperdulikan kegiatan rutin harian Anda. Tetapi, sebaiknya melakukan agenda yang sudah dijadwalkan ialah langkah yang baik untuk tetap membangun rutinitas  sehat,  sekalian membangun rasa normal. Coba mengelola waktu untuk bangun dan tidur, kenakan pakaian bahkan juga bila Anda kerja di rumah, dan istirahat dengan teratur selama seharian.

Anda juga dapat coba merencanakan  makanan Anda selama satu minggu dan menyisihkan waktu untuk mempersiapan makannya. Membuat agenda rutin dapat juga pastikan jika Anda bisa olahraga secara stabil, yang bisa menolong mengurang obesitas atau kegemukan.

Baca juga : Makanan Layak Dikonsumsi Setelah Pulih dari Covid-19

Saat melakukan social distancing, juga penting untuk sesuaikan langkah dalam mengurus dan mempertahankan kesehatan tubuh. Walaupun mengganti kegiatan rutinitas harian, kemungkinan akan lebih susah karena rintangan baru yang disebabkan karena wabah. Ambillah langkah-langkah kecil yang bisa membuat tetap ada di lajur ke arah kesehatan jangka panjang yang lebih bagus.

Jika mempunyai semakin banyak waktu senggang, karantina bisa memberikan peluang untuk pelajari mengenai gizi dan makan sehat — tapi tidak dianjurkan untuk mngikuti diet makan yang ketat. Kebalikannya, mengubah tahap demi tahap pada pola makan dan pola hidup, akan membuat lebih efisien untuk tingkatkan kesehatan jangka panjang dan menghindari obesitas atau kegemukan.

Perlu diketahui, bahwa Anda tak perlu benar-benar menghindari makanan favorite Anda, bahkan juga bila Anda sedang berusaha menurunkan berat badan. Walau seharusnya tidak mengkonsumsi camilan-camilan yang kurang sehat, Anda masih bisa nikmati makanan ini dengan jumlah sedang sebagai sisi dari diet yang bergizi.

Kesimpulannya

Anda tidak sendirian bila mengalami peningkatan berat badan sepanjang karantina. Ini dapat disebabkan karena kenaikan depresi, kesepian, atau kekhawatiran, dan pengurangan kegiatan fisik atau masalah pada kegiatan rutin harian Anda.

Langkah-langkah dasar yang mudah, bahwa karantina bisa menolong Anda masih tetap ada dalam range sasaran berat badan Anda atau bahkan juga turun. Hal ini juga dipengaruhi oleh agenda rutinitas harian terjadwal, mengkonsumsi lebih banyak air mineral, dan olahraga secara teratur.

Ingat-ingatlah untuk berlaku rileks dalam diri sendiri dan mengubah secara bertahap dalam diet atau pola hidup Anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *