Jenis Olahraga Cardio Selain Lari

Jenis Olahraga Cardio Selain Lari

Jenis Olahraga Cardio Selain Lari – Olahraga cardio atau latihan cardiovascular merupakan olahraga yang paling banyak diminati masyarakat. Salah satu olahraga cardio yang kini di-gandrung-i adalah lari. Tapi bagi mereka yang tidak terlalu suka bisa memilih jenis olahraga cardio selain lari untuk menjaga kebugaran.

Olahraga cardio mudah untuk dilakukan karena memiliki gerakan ritmis dan teratur. Hasilnya olahraga ini mampu meningkatkan denyut jantung, serta menurunkan berat badan dengan signifikan. Olahraga ini juga bisa memicu kontraksi otot-otot tubuh serta memperlancar peredaran darah.

Jenis Olahraga Cardio

Nah, semua manfaat olahraga cardio yang disebutkan di atas bisa Anda dapatkan dengan lari. Namun bagi Anda yang tidak suka dengan olahraga yang sedang trend ini, Anda bisa memilih olahraga cardio lainnya. Selain lari, ada lagi jenis olahraga cardio lain yang bisa Anda lakukan di rumah maupun di gym, seperti :

1. Lompat Tali

Lompat tali atau skipping merupakan olahraga yang mudah dilakukan dan bisa dilakukan di mana saja. Alat yang dibutuhkan pun hanya satu, yakni tali. Penelitian menunjukkan olahraga lompat tali selama 10 menit sama dengan 30 menit olahraga jogging. Ada pula studi yang menyatakan bahwa kalori yang dibakar lewat skipping selama 10 menit setara dengan kalori yang dibakar saat berlari 1,6 km dalam waktu 8 menit.

Karena membakar kalori lebih banyak dari kebanyakan olahraga aerobik lainnya, skipping sangat cocok untuk orang-orang yang ingin mempertahankan berat badan ideal. Tak hanya itu, lompat tali juga pas untuk Anda yang sedang menjalani program diet untuk menurunkan berat badan.

2. B o x i n g

Boxing atau tinju memang menjadi olahraga yang semakin populer di kalangan masyarakat. Selain menjadi olahraga cardio yang banyak peminatnya, boxing juga dapat membantu mempercepat pembakaran kalori.

Selain itu, boxing juga merupakan aktivitas fisik yang melatih otot lengan atas agar lebih kuat. Sebagai aktivitas olahraga yang seru, menantang, dan efektif untuk membantu menurunkan berat badan, boxing melibatkan gerakan-gerakan tubuh dalam tempo yang cepat.

3. S e n a m

Ada beberapa jenis senam yang bisa Anda lakukan di rumah. Senam tari seperti zumba atau senam kegel. Keduanya sama-sama latihan cardio yang bisa membantu menurunkan berat badan dan memperkuat otot di bagian pinggang dan juga tangan. Bahkan salah satu manfaat senam kegel bisa menjaga elastisitas vagina.

Dengan melakukan senam kegel setidaknya tiga kali dalam sehari, otot vagina Anda akan terlatih jadi lebih kencang. Hasilnya penurunan kekuatan otot pada vagina bisa teratasi dengan mudah.

4. Moving Planks

Plank merupakan olahraga cardio lainnya yang bisa Anda lakukan di rumah. Plank sendiri baik untuk menguatkan bagian tengah tubuh dan memperbaiki postur tubuh. Anda juga dapat menguatkan otot punggung, lengan, bahu, bokong dan paha melalui plank.

Siapkan matras yang panjangnya sesuai dengan tinggi badan Anda. Hindari melakukan plank di atas lantai yang belum dipasang matras untuk menghindari risiko tergelincir dan cedera.

5. C y l i n g

Cycling atau bersepeda juga bisa menjadi pilihan olahraga cardio lainnya yang Anda lakukan. Saat mengkayuh sepeda Anda menggunakan hampir semua kelompok otot utama pada tubuh. Dengan bersepeda pernapasan dan otot-otot tubuh Anda akan terlatih.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, Anda bisa melakukan 20 hingga 60 menit latihan cardio setiap harinya. Meski biasanya kalori sudah terbakar di menit ke-20, tetapi sebaiknya Anda tetap melanjutkan olahraga cardio hingga ke menit ke-60 jika Anda ingin menurunkan berat badan.

Saat berlatih cardio, tingkatkan intensitas sedikit demi sedikit. Misalnya, jika Anda memilih berjalan kaki untuk latihan cardio anda, usahakan meningkatkan jumlah menit berjalan di setiap sesi. Aturan umum yang paling aman dalam meningkatkan intensitas per sesi adalah sebesar 10% per minggu.

Setelah latihan inti selesai, jangan lupa untuk melakukan pendinginan selama 5-10 menit (sama dengan pemanasan di awal latihan). Dan tunggu hingga denyut jantung lebih stabil. Setelah itu, lakukan peregangan otot secara lembut. Jangan langsung berbaring atau duduk dengan kaki dilipat sebelum melakukan pendinginan dengan baik untuk meminimalkan risiko nyeri otot setelah olahraga cardio. Selamat berolahraga!

 

Artikel Asli

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *